Deteksi Molekuler Megalocytivirus Pada Ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) Yang Dilalulintaskan Di Balai Besar KIPM Jakarta I

Affandi, Muhammad (2018) Deteksi Molekuler Megalocytivirus Pada Ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) Yang Dilalulintaskan Di Balai Besar KIPM Jakarta I. Undergraduate thesis, Universitas Satya Negara Indonesia.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (1MB)
[img] Text
bab 1.pdf

Download (1MB)

Abstract

Ikan hias merupakan komoditas penting perikanan yang saat ini banyak menghasilkan devisa bagi negara. Berdasarkan data BPS-RI (2018), ekspor ikan hias Indonesia tahun 2017 mencapai US$ 27,61 juta atau tumbuh 12,05 % dibandingkan tahun 2016 (US$ 24,64 juta). Salah satu komoditas ikan hias yang memiliki peluang pasar tinggi adalah ikan neon tetra (Paracheirodon innesi), berasal dari perairan Amerika Selatan, Tenggara Kolumbia, Peru Timur dan Brazil Barat yang memiliki warna cerah, dengan bentuk tubuh memanjang sekitar 1 – 3 cm dan memiliki pasar mencakup wilayah Eropa, Amerika Serikat, Asia dan Australia. Negara tujuan ekspor mensyaratkan bahwa ikan yang masuk ke negara mereka harus bebas dari berbagai macam penyakit salah satunya harus bebas dari Megalocytivirus. Deteksi dini Megalocytivirus pada komoditas ikan sangat diperlukan untuk mengurangi dampak kerugian yang disebabkan oleh serangan Megalocytivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Megalocytivirus pada ikan neon tetra yang akan dilalulintaskan di Balai Besar KIPM Jakarta I, sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan Megalocytivirus pada ikan neon tetra yang akan dilalulintaskan di Balai Besar KIPM Jakarta I. Di Indonesia, infeksi Megalocytivirus telah terdeteksi pada jenis ikan air tawar dan air laut. Jenis ikan air tawar di Indonesia yang dilaporkan terinfeksi adalah ikan gurami hias, sedangkan ikan air laut adalah ikan kerapu bebek, kerapu lumpur, kerapu macan, serta ikan capungan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Besar KIPM Jakarta I dimulai dari bulan Juni 2018 sampai Juli 2018. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Alat pengukur konsentrasi DNA berbasis spektrofotometri UV, freezer (-20°C atau lebih rendah), heating block atau waterbath, laminar flow, mesin real time PCR, mini mixer, mikropipet berbagai ukuran 0,1 μl – 1000 μl, alat bedah pinset dan gunting, sentrifius, mini sentrifius, peralatan gelas, timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 μg, sedangkan bahan yang digunakan adalah : Buffer tris EDTA , nuclease-free water, etanol, filtered microcip berbagai ukuran 0,1 μl – 1000 μl, isopropanol, kloroform, kit real-time PCR, larutan ekstraksi DNA, larutan penghambat DNAse, masker, penggerus jaringan, plasmid standar positif Megalocytivirus, sarung tangan, 1 set primer dan probe, tabung mikro ukuran 0,2 ml, 1,5 ml – 2 ml, tabung atau microplate PCR optikal ukuran 0,1 ml – 0,2 ml atau tabungan kapiler ukuran 20 μl – 100 μl.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture > Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Perikanan > Akuakultur (S1)
Depositing User: Tn Andrian Prayudho
Date Deposited: 17 Oct 2022 02:34
Last Modified: 17 Oct 2022 02:34
URI: http://repo.usni.ac.id/id/eprint/1203

Actions (login required)

View Item View Item