STRATEGI PENGEMBANGAN ALAT PENANGKAPAN IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DI TELUK BANTEN

Larosa, Dela Selamat (2022) STRATEGI PENGEMBANGAN ALAT PENANGKAPAN IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DI TELUK BANTEN. Undergraduate thesis, Universitas Satya Negara Indonesia.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (1MB)
[img] Text
bab 1.pdf

Download (1MB)

Abstract

Teluk Banten merupakan pesisir laut yang memiliki sumber daya alam yang besar dan potensial sebagai sumber pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan usaha penangkapan ikan. Penangkapan ikan harus sejalan dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries dimana penggunaan alat penangkapan ikan bertanggung jawab menjaga kelestarian sumber daya alam dengan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya. Penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan merupakan salah satu upaya dalam menjaga kelestarian sumber daya alam yang terkandung di suatu perairan. Alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan memiliki 9 kriteria yang dibagi menjadi 4 subkriteria. Terdapat 9 alat tangkap yang beroperasi di perairan Teluk Banten meliputi jaring rampus/gillnet, payang, bagan tancap, bagan perahu, bubu, arad, sero, pancing ulur, dan jaring rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan serta dampak penggunaannya dan menentukan strategi pengembangan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan di Teluk Banten. Lokasi pengambilan data di PPN Karangantu, Serang Banten. Metode yang digunakan adalah survei, wawancara, dan pengisian kuesioner terhadap nelayan yang ditentukan secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa skor penentuan kriteria ramah lingkungan dihitung melalui skala likerts dengan skor 1 sampai 4 terhadap masing-masing alat tangkap, kemudian data SWOT untuk penentuan strategi pengembangan. Hasil penelitian ini menunjukan alat tangkap jaring rampus (28,6), bubu (30,9), pancing ulur (33,6), jaring rajungan (28,8) merupakan alat tangkap yang ramah lingkungan sedangkan payang (25,5), bagan tancap (27,6), bagan perahu (26,1), dan sero (26,5) merupakan alat penangkapan ikan yang kurang ramah lingkungan. Arad dengan skor terendah sebesar (18,7) yang merupakan alat yang tidak ramah lingkungan. Dampak terhadap penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan sangat berpotensi merusak lingkungan perairan dan berdampak buruk terhadap keberlanjutan usaha penangkapan ikan. Penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan merugikan segala aspek terutama bidang ekologi perairan. Strategi pengembangan alat tangkap yang ramah lingkungan memerlukan strategi yang bersifat diversifikasi, yaitu dengan pergantian alat tangkap arad dengan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, diperlukan sosialisasi dan pendampingan kepada nelayan mengenai perikanan tangkap yang berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture > Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Perikanan > Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (S1)
Depositing User: Tn Andrian Prayudho
Date Deposited: 16 Sep 2022 08:09
Last Modified: 16 Sep 2022 08:09
URI: http://repo.usni.ac.id/id/eprint/886

Actions (login required)

View Item View Item